Skip to content
Yellow Desk
Agustus 7, 2026
Kumparannews

Fakta-fakta Baru Kasus Mutilasi di Depok

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Polda Metro Jaya telah resmi menunjuk Saepullah, yang dikenal dengan panggilan SA berusia 26 tahun, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan yang disertai

Fakta-fakta Baru Kasus Mutilasi di Depok

Kasus Pembunuhan dan Mutilasi di Depok: Saepullah Ditunjuk sebagai Tersangka

Tersangka dan Penetapan Hukum

Kabarnusantaraku.com – Polda Metro Jaya telah resmi menunjuk Saepullah, yang dikenal dengan panggilan SA berusia 26 tahun, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan yang disertai tindakan mutilasi terhadap Kunaefi, korban berusia 51 tahun. Jasad korban sebelumnya ditemukan terbungkus dalam karung di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok.

Penyidik memberikan pasal pembunuhan berencana kepada Saepullah, dengan ancaman hukuman maksimal berupa pidana mati. Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra, mengonfirmasi penetapan ini kepada media pada Kamis (6/8).

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana dan atau pembunuhan Pasal 459 dan atau 458 KUHP. Tersangka atas nama Saepullah,” ujar Dimitri.

Awal Pertemuan dan Kronologi Kejadian

Kasus ini bermula ketika Saepullah dan Kunaefi saling berkenalan melalui platform media sosial. Keduanya kemudian memutuskan untuk bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok, pada Kamis (23/7). Pertemuan tersebut berakhir dengan pertengkaran yang berujung pada kekerasan fisik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menjelaskan bahwa dalam cekcok tersebut, Saepullah menusuk bagian perut Kunaefi dan menggorok lehernya menggunakan pisau. Keterangan ini disampaikan pada Rabu (5/8).

Motif Pembunuhan yang Terencana

Polisi mengungkap bahwa pembunuhan ini diduga telah direncanakan oleh Saepullah. Menurut Dimitri, motif utamanya adalah keinginan pelaku untuk menguasai motor serta barang-barang milik korban melalui pencurian, sekaligus memiliki niat untuk membunuh.

“Dan untuk terjadi perencanaannya bahwa karena pelaku ingin melakukan pencurian motor dan barang-barang milik korban, untuk menguasai barang milik korban, dan adanya niat untuk membunuh korban,” kata Dimitri kepada wartawan, Kamis (6/8).

Koneksi Komunitas dan Pengakuan Tersangka

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap telepon genggam milik Saepullah serta kesaksian beberapa saksi, tersangka diketahui aktif tergabung dalam grup chat komunitas gay. Dimitri mengupdate informasi ini kepada wartawan pada Kamis (6/8).

“Update hasil pemeriksaan dengan saksi-saksi dan pengecekan HP milik tersangka, bahwa tersangka tergabung dalam grup (komunitas gay),” kata Dimitri.

Sebelumnya, beredar video pengakuan Saepullah yang menyebutkan bahwa peristiwa pembunuhan bermula setelah dirinya diduga mendapat perlakuan tidak pantas dari Kunaefi. Polisi masih terus mendalami keterangan tersebut.

Pencarian Potongan Tubuh di Kali Licin

Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya membawa Saepullah ke Kali Licin, Pitara, Pancoran Mas, Kota Depok, pada Kamis (6/8/2026). Tim ini didampingi oleh anjing pelacak dari K9 Polri untuk menyusuri lokasi sesuai dengan pengakuan tersangka.

“Tim Subdit Resmob bersama dengan anjing pelacak dari K9 Polri menyusuri Kali Licin, Pitara, di mana pelaku S mengaku membuang potongan tubuh korban K,” ujar petugas di lokasi.

Ipda Breggy Yesaya Imanuel dari Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya menambahkan bahwa berdasarkan pengakuan pelaku, potongan tubuh korban dibuang di jembatan yang berada di daerah Pancoran Mas.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, dibuang di jembatan di daerah Pancoran Mas,” ujar Ipda Breggy.

Penyidik saat ini masih melanjutkan pendalaman terhadap sejumlah temuan dalam kasus ini, termasuk pencarian lebih lanjut potongan tubuh korban dan hasil pemeriksaan menyeluruh terhadap tersangka.

Frequently Asked Questions

What is Fakta fakta Baru Kasus Mutilasi di Depok?

Fakta fakta Baru Kasus Mutilasi di Depok is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Fakta fakta Baru Kasus Mutilasi di Depok matter?

Fakta fakta Baru Kasus Mutilasi di Depok matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *