Heboh Temuan 995 Senjata Narkoba di Gudang Yayasan Sekolah Jaksel
Kabarnusantaraku.com – Polres Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi penemuan massal senjata di gudang yayasan sekolah swasta yang berlokasi di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Jumlah senjata yang ditemukan mencapai 995 pucuk, terdiri dari berbagai jenis airgun, air rifle, serta satu unit yang diperkirakan sebagai senjata api. Penemuan ini memicu perhatian publik setelah pengurus yayasan melaporkan adanya barang tambahan yang diduga terkait dengan senjata.
Kronologi Penemuan dan Laporan Polisi
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, menjelaskan bahwa kepolisian menerima laporan dari masyarakat mengenai temuan senjata tersebut. Laporan resmi kemudian dibuat dalam bentuk Laporan Polisi pada 15 Juli 2026. Sebelum laporan masyarakat diterima, Polres telah membuat Laporan Polisi Model A segera setelah peristiwa penemuan diketahui.
“Bahwa benar Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata (terdiri dari airgun dan senjata api) yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang selanjutnya dibuat dalam bentuk Laporan Polisi tertanggal 15 Juli 2026,” kata AKP Joko Adi Wibowo dalam keterangan yang diterima, Kamis (6/8).
“Bahwa sebelum adanya Laporan Polisi dimaksud, Polres Jakarta Selatan telah membuat Laporan Polisi Model A yang dibuat sesaat setelah ditemukannya kejadian dimaksud,” ujarnya.
Temuan Tambahan: Narkoba dan CD Porno
Kuasa hukum yayasan sekolah swasta tersebut, Hermawanto, membeberkan detail penemuan saat pengurus membuka kembali ruangan-ruangan sekolah yang sebelumnya tertutup. Pada Rabu (5/8) malam, dengan pendampingan polisi, mereka menemukan barang-barang baru di dalam ruangan.
“Kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain,” kata Hermawanto dalam konferensi pers di Polres Jakarta Selatan, Rabu (6/8).
“Kemudian pada tadi malam, hari Rabu tadi malam, kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba dan juga menemukan CD porno,” ujarnya.
Hermawanto menambahkan bahwa temuan tidak hanya terbatas pada senjata. Pengurus juga menemukan alat pembuat peluru dan komponen senjata lainnya. Seluruh barang tersebut akan diserahkan kepada penyidik untuk diteliti lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa belum ada kesimpulan apakah semua barang merupakan senjata api ilegal atau telah terjadi tindak pidana.
“Status hukum masing-masing barang tetap menjadi kewenangan penyidik untuk dibuktikan berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, balistik, serta penelitian terhadap legalitas perizinannya,” ujar Hermawanto.
PT Lokta Karya Perbakin: Semua Senjata Berizin
PT Lokta Karya Perbakin memberikan klarifikasi mengenai temuan sekitar 995 airsoft gun tersebut. Perwakilan perusahaan, Alhadid, menyatakan bahwa seluruh senjata yang ditemukan memiliki izin resmi. Program ekstrakurikuler menembak ini telah berjalan sejak tahun 2020.
“Yang temuan 995 itu semua ada izinnya. Kalau mau tahu sejarahnya, itu dulunya di situ sudah ada dari tahun 2020,” kata Alhadid kepada wartawan, Kamis (6/8).
Menurut Alhadid, kegiatan ekstrakurikuler tersebut sempat berjalan lancar. Namun, program ini berhenti setelah pembina ekstrakurikuler, Suryo, meninggal dunia pada tahun 2024. Setelah kepergian Pak Suryo, kegiatan tidak dilanjutkan dan senjata-senjata tersebut mulai berkarat serta tidak bisa digunakan lagi.
“Pak Suryo meninggal itu baru tahun 2024 kalau enggak salah. Begitu Pak Suryo meninggal, ini jadi abu-abu, jadi enggak dilanjutkan lagi. Senjatanya pun sudah enggak bisa dipakai lagi sekarang, sudah karatan semua, sudah enggak bisa digunakan,” jelasnya.
Kasus ini kini tengah menjadi perhatian publik dan masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Metro Jakarta Selatan. Seluruh temuan, termasuk ratusan airsoft gun, air rifle, ribuan peluru mimis, serta satu senjata api yang diduga, akan diperiksa lebih lanjut untuk menentukan status hukum masing-masing barang.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Temuan Senjata di Gudang Yayasan
Berapa jumlah senjata yang ditemukan di gudang yayasan sekolah Jaksel? Polres Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi penemuan 995 pucuk senjata yang terdiri dari airgun, air rifle, dan satu unit senjata api.
Kapan laporan polisi dibuat terkait temuan ini? Laporan polisi resmi dibuat pada 15 Juli 2026, setelah Polres menerima laporan dari masyarakat mengenai temuan senjata di gudang yayasan sekolah.
Apakah semua senjata yang ditemukan memiliki izin resmi? PT Lokta Karya Perbakin menyatakan bahwa seluruh 995 senjata yang ditemukan memiliki izin resmi. Program ekstrakurikuler menembak ini telah berjalan sejak tahun 2020.
Bagaimana kondisi senjata-senjata tersebut saat ditemukan? Setelah pembina ekstrakurikuler, Pak Suryo, meninggal dunia pada tahun 2024, kegiatan tidak dilanjutkan. Senjata-senjata tersebut mulai berkarat dan tidak bisa digunakan lagi.
Apakah ada temuan lain selain senjata? Selain senjata, polisi juga menemukan narkoba dan CD porno di dalam gudang yayasan sekolah yang sama.
