Skip to content
Yellow Desk
Agustus 7, 2026
Kumparanbisnis

Kasus Scam di RI Tembus 1.000 Laporan per Hari, OJK Siapkan Aplikasi Pencegah

Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Kasus Scam di RI Tembus 1.000 laporan per hari, menandai lonjakan signifikan dalam aktivitas penipuan digital di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari

Kasus Scam di RI Tembus 1.000 Laporan per Hari, OJK Siapkan Aplikasi Pencegah

Scam di RI Tembus 1.000 Laporan/Hari, OJK Siapkan Aplikasi Pencegah

Kabarnusantaraku.com – Kasus Scam di RI Tembus 1.000 laporan per hari, menandai lonjakan signifikan dalam aktivitas penipuan digital di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Sekretaris Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI), Hudiyanto, jumlah laporan scam di Tanah Air kini mencapai kisaran 1.000 hingga 1.300 setiap harinya. Angka ini jauh melampaui negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand yang hanya mencatat sekitar 100 hingga 200 laporan per hari. Dengan demikian, kejadian penipuan di Indonesia bisa empat hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan negara-negara tersebut, menunjukkan urgensi penanganan yang lebih komprehensif.

Merespons situasi darurat ini, OJK melalui Satgas PASTI tengah mempersiapkan sebuah aplikasi anti-scam yang ditargetkan rampung paling lambat akhir tahun 2026. Hudiyanto mengungkapkan bahwa konsep aplikasi ini telah diadopsi oleh beberapa negara maju. “Tahun ini kita bikin anti-scam apps. Kita nyontoh banget Australia, Singapura, sama Hongkong,” ujarnya saat menghadiri diskusi di @america, Jakarta, pada Kamis (6/8). Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi solusi preventif bagi masyarakat yang semakin rentan terhadap berbagai bentuk penipuan digital.

Fungsi dan Integrasi Data Aplikasi Pencegah

Aplikasi yang sedang dikembangkan ini memungkinkan masyarakat untuk memverifikasi riwayat transaksi keuangan maupun pembelian secara digital dengan mudah. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengetahui apakah sebuah transaksi berpotensi penipuan atau tidak. Deteksi dilakukan dengan memeriksa profil rekening tujuan untuk melihat apakah rekening tersebut pernah terlibat dalam kasus penipuan sebelumnya. Sistem ini akan memberikan sinyal peringatan dini kepada pengguna sebelum mereka melakukan transfer dana.

“Ini nanti di belakangnya adalah semua data termasuk dari Komdigi. Ketika let’s say mas mau beli racket-paddle, harga segini, transfer ke nomor rekening ini, masukin ke aplikasi ini dulu, mereka akan ada namanya signal exchange,” ujarnya.

Hudiyanto menambahkan bahwa saat ini aplikasi masih dalam tahap pembangunan melalui koordinasi intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Tahap pertama diharapkan dapat diselesaikan pada akhir tahun ini sebagai langkah awal perlindungan masyarakat. Integrasi data dari berbagai sumber akan memastikan akurasi informasi yang diberikan kepada pengguna aplikasi.

“Kita sangat berharap bisa diselesaikan akhir tahun ini, itu tahap pertama dan tentunya akan berkembang terus karena kita ingin semakin melindungi masyarakat…akhir tahun ini moga-moga kita sudah bisa menyampaikan sesuatu yang bermanfaat buat masyarakat di Indonesia,” jelas Hudiyanto.

Peningkatan Kapasitas Tim PASTI

Selain pengembangan teknologi, Satgas PASTI juga terus meningkatkan kompetensi anggotanya melalui berbagai program pelatihan internasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengikuti pelatihan dari FBI Amerika Serikat. Program pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan anggota dalam melakukan penelitian dan penelaahan terhadap berbagai bentuk scam dan fraud. Dengan pengalaman global ini, tim PASTI diharapkan dapat menangani kasus-kasus penipuan yang semakin kompleks.

“Jadi kita equip anggota Satgas PASTI kita bahwa bagaimana cara melakukan penelitian, penelaahan suatu scam dan fraud itu jadi semakin baik,” kata Hudiyanto.

Dengan kombinasi aplikasi digital dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, OJK optimis dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat Indonesia dari ancaman penipuan digital yang semakin meningkat. Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat mengurangi kerugian finansial masyarakat dan meningkatkan kepercayaan terhadap sistem keuangan digital nasional.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Scam di RI

Berapa jumlah laporan scam per hari di Indonesia? Jumlah laporan scam di Indonesia mencapai 1.000 hingga 1.300 setiap harinya, jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga.

Kapan aplikasi anti-scam OJK akan diluncurkan? Aplikasi anti-scam OJK ditargetkan rampung paling lambat akhir tahun 2026, dengan tahap pertama diharapkan selesai pada akhir tahun ini.

Bagaimana cara kerja aplikasi anti-scam? Aplikasi memungkinkan pengguna memverifikasi riwayat transaksi dan memeriksa profil rekening tujuan untuk melihat apakah rekening tersebut pernah terlibat dalam kasus penipuan sebelumnya.

Apa saja negara yang menjadi referensi pengembangan aplikasi? OJK mengadopsi konsep dari negara-negara maju seperti Australia, Singapura, dan Hongkong dalam pengembangan aplikasi anti-scam ini.

Bagaimana Satgas PASTI meningkatkan kapasitas anggotanya? Satgas PASTI mengikuti pelatihan dari FBI Amerika Serikat untuk memperkuat kemampuan anggota dalam melakukan penelitian dan penelaahan terhadap berbagai bentuk scam dan fraud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *