Skip to content
Yellow Desk
Agustus 7, 2026
Kumparannews

Berkat Bantuan Kewirausahaan Kemensos, Oneng Berhenti Mengemis

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Sebelumnya, Oneng menghabiskan hampir satu dekade hidup di persimpangan jalan Kota Bandung. Di sana, ia meminta-minta dan berharap belas kasihan dari para

Berkat Bantuan Kewirausahaan Kemensos, Oneng Berhenti Mengemis

Oneng Beralih dari Mengemis ke Berdagang Berkat Program Kemensos

Kabarnusantaraku.com – Sebelumnya, Oneng menghabiskan hampir satu dekade hidup di persimpangan jalan Kota Bandung. Di sana, ia meminta-minta dan berharap belas kasihan dari para pejalan kaki. Kini, perempuan itu merasakan perubahan besar dalam hidupnya berkat program Bantuan Atensi Kewirausahaan yang diberikan Kementerian Sosial. Program ini memberikan modal usaha yang memungkinkan Oneng memulai kehidupan baru. Berkat Bantuan Kewirausahaan Kemensos Oneng berhasil meninggalkan masa lalu yang penuh keterbatasan dan memulai babak baru sebagai pedagang kecil yang mandiri.

Sebuah Awal Baru bagi Keluarga

Bagi Oneng, aktivitas meminta-minta bukanlah pilihan utama, melainkan upaya terakhir untuk bertahan hidup. Ia dan keluarganya membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya pengobatan sang suami yang menderita diabetes dengan komplikasi. Bersama suaminya yang sedang sakit dan cucunya, Oneng telah lama menjalani kehidupan penuh keterbatasan. Setiap hari mereka bergantung pada bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Saya mengemis bersama suami saya yang lagi sakit dan cucu. Saya sudah menerima bantuan Atensi Kewirausahaan, Alhamdulillah dibelikan peralatan untuk berjualan,

Ungkapan syukur itu diucapkan Oneng saat ditemui di Bandung pada Kamis (6/8/2026). Bantuan modal usaha senilai Rp2,6 juta dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (TSKPO) Kemensos benar-benar mengubah nasibnya. Dengan dana tersebut, Oneng membeli berbagai perlengkapan dan bahan dagangan untuk usahanya. Program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga memberikan kepercayaan diri bagi para penerima manfaat untuk bangkit dan mandiri.

Dibelikan untuk kompor, gas, panci, katel, wajan, kopi siap saji, dan Indomie,

Kini, tangan yang dulu sering terulur di pinggir jalan sibuk melayani pelanggan. Oneng membuka warung sederhana yang menjual kopi, aneka minuman, dan mi instan. Penghasilan dari usaha kecilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membeli obat bagi suaminya. Berkat Bantuan Kewirausahaan Kemensos Oneng kini bisa tersenyum lega karena tidak lagi bergantung pada belas kasihan orang lain setiap hari.

Monitoring untuk Keberlanjutan

Kemensos tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memastikan penggunaannya tepat sasaran. Tim monitoring dilakukan langsung ke lokasi usaha Oneng untuk melihat apakah bantuan benar-benar meningkatkan taraf hidup penerima manfaat. Program ini dirancang dengan sistem pendampingan yang berkelanjutan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Setiap penerima bantuan akan dipantau perkembangannya selama beberapa bulan setelah menerima bantuan.

Alhamdulillah mudah-mudahan bisa berkembang lebih maju, usahanya tambah semangat. Terima kasih kepada Bapak Menteri Sosial yang sudah memberikan bantuan,

Perjalanan Oneng dari seorang pengemis di persimpangan jalan menjadi bukti bahwa kesempatan yang diberikan dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik. Perempuan tangguh ini kini mencari nafkah dengan penuh semangat, membawa harapan baru bagi dirinya dan keluarganya. Program serupa juga telah membantu ratusan penerima manfaat lainnya di berbagai daerah di Indonesia.

FAQ: Program Bantuan Kewirausahaan Kemensos

Apa itu program Atensi Kewirausahaan Kemensos? Program Atensi Kewirausahaan adalah inisiatif Kementerian Sosial yang memberikan bantuan modal usaha kepada masyarakat kurang mampu, termasuk tunas sosial dan korban perdagangan orang, untuk memulai atau mengembangkan usaha kecil.

Berapa besar bantuan yang diberikan? Bantuan modal usaha yang diberikan bervariasi tergantung kebutuhan penerima manfaat. Pada kasus Oneng, bantuan yang diterima senilai Rp2,6 juta untuk membeli peralatan dan bahan dagangan.

Bagaimana cara mendaftar program ini? Masyarakat dapat mendaftar melalui kantor Dinas Sosial setempat atau melalui program pendampingan sosial yang sudah berjalan di wilayah masing-masing. Calon penerima akan melalui proses seleksi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Apakah ada monitoring setelah bantuan diberikan? Ya, tim monitoring Kemensos akan melakukan kunjungan berkala ke lokasi usaha penerima manfaat untuk memastikan bantuan digunakan dengan benar dan melihat perkembangan usaha yang dijalankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *