Skip to content
Yellow Desk
Agustus 7, 2026
Kumparannews

Kemensos Bentuk TP2SR, Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Kementerian Sosial (Kemensos) telah resmi membentuk Tim Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat atau TP2SR sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak

Kemensos Bentuk TP2SR, Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Kemensos Bentuk TP2SR Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Kabarnusantaraku.com – Kementerian Sosial (Kemensos) telah resmi membentuk Tim Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat atau TP2SR sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak percepatan pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di seluruh Indonesia. Pembentukan tim ad hoc ini menandai dimulainya fase baru dalam program pembangunan infrastruktur pendidikan yang selama ini tertunda akibat berbagai kendala administratif. Tim yang dipimpin oleh Sekretaris Sekretariat Bersama Program Sekolah Rakyat, Herman Koswara, ini akan bertugas mengawasi dan memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis untuk menyediakan fasilitas pendidikan permanen bagi masyarakat yang selama ini harus belajar di gedung-gedung sementara. Saat ini terdapat 61 titik Sekolah Rakyat rintisan yang belum sepenuhnya masuk dalam kuota 100 lokasi pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kendala administratif terkait status lahan menjadi penyebab utama belum terakomodasinya seluruh titik tersebut ke dalam program pembangunan nasional.

Wamensos Agus Jabo menyampaikan kekhawatiran serius mengenai situasi ini. Jika pembangunan gedung permanen tidak dieksekusi dalam tahun ini, puluhan sekolah rintisan terancam ditutup karena tidak mampu lagi menampung siswa baru. Selama ini, sekolah-sekolah tersebut beroperasi menggunakan fasilitas sementara yang kapasitasnya hanya diproyeksikan bertahan maksimal satu tahun.

“Kalau tahun ini kita tidak bisa memastikan pembangunannya, potensi untuk ditutup di tahun depan besar sekali karena gedungnya sudah tidak mencukupi,” ujar Wamensos Agus Jabo saat memimpin rapat pembentukan TP2SR di Kantor Kemensos, Kamis (6/8/2026).

Evaluasi Desk dan Sinergi Lintas Kementerian

Sebagai langkah konkret di bawah arahan Wamensos Agus Jabo, TP2SR Kemensos akan menggelar Desk Evaluation pada 12 Agustus 2026 mendatang. Kegiatan ini mempertemukan 57 Pemerintah Daerah yang menaungi 61 SR rintisan. Selain itu, pertemuan ini bertujuan membangun sinergi lintas Kementerian dan Lembaga terkait agar proses pembangunan berjalan lebih efisien.

Kementerian yang terlibat meliputi Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN, Kementerian LHK, Kementerian Pertanian, Kemendagri, hingga Perhutani. Wamensos Agus Jabo menekankan pentingnya identifikasi status lahan di setiap titik pembangunan. Setiap daerah harus mampu memberikan gambaran jelas mengenai kondisi lahan yang akan digunakan.

“Tugas kita adalah memastikan titik-titik ini sudah ada persiapan lahannya. Tolong didata dan diidentifikasi status lahannya, siapa yang sudah mengusulkan, apa masalahnya, dan keterkaitannya dengan kementerian apa saja. Itu harus sudah ada identifikasi,” tegasnya.

Struktur dan Tugas TP2SR

Pembentukan tim ini bertujuan untuk melakukan pendampingan, pengendalian, dan pemantauan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat secara berkelanjutan. Wamensos Agus Jabo menjelaskan bahwa tim akan mengawal dan memperbarui perkembangan setiap hari. Setiap kendala yang muncul di lapangan akan segera ditangani melalui mekanisme koordinasi yang telah ditetapkan.

Sekretaris Sekretariat Bersama Program Sekolah Rakyat, Herman Koswara, ditunjuk sebagai Ketua TP2SR. Tim ini akan bekerja menyiapkan data, mengoordinasikan penyelesaian persoalan di daerah, serta melakukan pendampingan hingga proses pembangunan dimulai. Setiap anggota tim memiliki tanggung jawab spesifik sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Menutup rapat, Wamensos Agus Jabo meminta TP2SR segera bekerja dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga terkait sebelum pelaksanaan desk. Hari Senin (10 Agustus) akan diadakan pertemuan Zoom dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga agar mereka menyiapkan data sebelum desk. Setelah itu tim ini menyusun program percepatan, dan kita minta SK agar bisa segera bekerja,” pungkasnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang TP2SR

Apa itu TP2SR? TP2SR adalah Tim Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat yang dibentuk oleh Kemensos untuk mempercepat pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di seluruh Indonesia.

Berapa jumlah Sekolah Rakyat rintisan yang menjadi prioritas? Saat ini terdapat 61 titik Sekolah Rakyat rintisan yang menjadi prioritas pembangunan, dengan target masuk dalam kuota 100 lokasi pembangunan nasional.

Kapan Desk Evaluation akan dilaksanakan? Desk Evaluation akan digelar pada 12 Agustus 2026 di Kantor Kemensos, mempertemukan 57 Pemerintah Daerah yang menaungi SR rintisan.

Apa yang terjadi jika pembangunan tidak selesai tahun ini? Jika pembangunan tidak selesai dalam tahun ini, puluhan sekolah rintisan terancam ditutup karena gedung sementara tidak mampu menampung siswa baru.

Siapa saja kementerian yang terlibat dalam program ini? Kementerian yang terlibat meliputi PUPR, ATR/BPN, LHK, Pertanian, Kemendagri, dan Perhutani untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *