Skip to content
Yellow Desk
Agustus 7, 2026
Kumparannews

Puluhan Tahun Menanti, Jalan Strategis di Nias Utara Akhirnya Diaspal Era Bobby

Sandra Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara, kembali menjadi pusat perhatian setelah Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution melakukan kunjungan kerja

Puluhan Tahun Menanti, Jalan Strategis di Nias Utara Akhirnya Diaspal Era Bobby

Jalan Strategis Nias Utara Teraspal, Puluhan Tahun Menanti Berakhir

Kabarnusantaraku.com – Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara, kembali menjadi pusat perhatian setelah Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution melakukan kunjungan kerja dalam kegiatan Sapa Daerah pada Kamis (6/8/2026). Masyarakat setempat menyambut hangat kehadiran sang gubernur dengan menyampaikan apresiasi atas percepatan pembangunan infrastruktur jalan yang telah lama dinanti-nantikan. Program peningkatan konektivitas ini mencakup dua ruas jalan vital, yaitu Lotu-Lahewa dan Lotu-Tuhemberuwa, yang pengerjaannya telah dimulai sejak tahun berjalan.

Proyek pembangunan jalan ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah provinsi dalam mengembangkan wilayah Kepulauan Nias. Dengan menerapkan teknologi konstruksi hotmix, kedua ruas jalan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Investasi infrastruktur ini tidak hanya mencakup aspek fisik jalan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat akan sistem drainase yang memadai.

Detail Proyek Jalan Strategis Nias Utara

Investasi yang digulirkan pemerintah provinsi untuk proyek ini cukup signifikan. Ruas Lotu-Lahewa sepanjang 2,5 kilometer mendapat alokasi anggaran lebih dari Rp17 miliar. Sementara itu, jalur Lotu-Tuhemberuwa dengan panjang 4 kilometer menerima dana sebesar Rp27 miliar. Kedua proyek ini menggunakan teknologi konstruksi hotmix yang dikenal lebih tahan lama dan berkualitas tinggi.

Jaswin Gea, warga Desa Hilidunda, menceritakan bahwa pembangunan jalan ini merupakan impian yang telah lama diidamkan oleh masyarakat setempat. Menurutnya, jalur tersebut berfungsi sebagai penghubung utama bagi aktivitas ekonomi sehari-hari. Selama puluhan tahun, ruas jalan ini belum pernah mengalami pembaruan permukaan aspal, sehingga kondisi jalan menjadi semakin memprihatinkan.

“Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Kami sangat bersyukur karena akhirnya bisa diaspal. Ini menjadi kebahagiaan bagi masyarakat Nias Utara,” ujar Jaswin Gea.

Sementara itu, Tarmizi Gea menyampaikan harapannya agar pengerjaan dapat diperluas hingga mencakup keseluruhan jalur Lotu-Tuhemberuwa yang membentang sekitar 12 kilometer. Masyarakat juga mengemukakan kebutuhan mendesak terkait pembangunan sistem drainase di sepanjang koridor jalan untuk menghindari kerusakan akibat genangan air hujan.

Respons Gubernur Terhadap Aspirasi Warga

Dalam forum dialog tersebut, berbagai kebutuhan dasar masyarakat juga diungkapkan, mulai dari sistem irigasi, jalan usaha tani, bantuan peralatan pertanian, hingga dukungan untuk pembangunan rumah ibadah. Bobby Nasution merespons dengan menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan studi kelayakan dan peninjauan langsung ke lokasi sebelum mengambil keputusan terkait usulan tersebut.

“Untuk jalan tani dan kebutuhan lainnya nanti akan ditinjau langsung oleh OPD terkait. Kita lihat kondisinya di lapangan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Bobby.

Mengenai permasalahan harga pupuk yang melampaui batas eceran tertinggi, Gubernur meminta instansi terkait untuk melakukan pengawasan ketat dan koordinasi dengan aparat penegak hukum jika ditemukan pelanggaran dalam rantai distribusi pupuk bersubsidi.

Prioritas Pembangunan Kepulauan Nias

Bobby menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur di wilayah kepulauan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Tahun ini, alokasi anggaran mencapai sekitar Rp500 miliar untuk lima kabupaten dan kota di Kepulauan Nias, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp300 miliar.

“Kami datang dan berkantor di Kepulauan Nias untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan daerah,” ujarnya.

Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, juga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah provinsi. Ia menilai berbagai program yang telah dilaksanakan, mulai dari konstruksi jalan, peningkatan layanan kesehatan, hingga pengembangan sektor ekonomi, memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah. Pemerintah daerah berharap momentum pembangunan ini dapat terus berlanjut agar manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Nias Utara.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pembangunan Jalan Nias Utara

Berapa total anggaran untuk proyek jalan di Nias Utara? Total anggaran untuk proyek jalan Lotu-Lahewa dan Lotu-Tuhemberuwa mencapai lebih dari Rp44 miliar, dengan alokasi Rp17 miliar untuk ruas Lotu-Lahewa dan Rp27 miliar untuk ruas Lotu-Tuhemberuwa.

Kapan proyek jalan ini dimulai? Pengerjaan proyek jalan telah dimulai pada tahun berjalan, dengan target penyelesaian sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi.

Apakah ada rencana perluasan proyek jalan? Masyarakat berharap pengerjaan dapat diperluas hingga mencakup keseluruhan jalur Lotu-Tuhemberuwa yang membentang sekitar 12 kilometer, sesuai dengan aspirasi yang telah disampaikan.

Berapa total anggaran pembangunan di Kepulauan Nias tahun ini? Tahun ini, alokasi anggaran untuk lima kabupaten dan kota di Kepulauan Nias mencapai sekitar Rp500 miliar, meningkat dari Rp300 miliar pada tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *