Jelang HUT ke 81 RI: Pimpinan MPR Ziarah ke Makam Bung Hatta
Kabarnusantaraku.com – Jelang HUT ke 81 RI dan Sidang Tahunan, para pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat melakukan ziarah ke makam Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama negara ini. Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Jelang HUT ke 81 RI, agenda ziarah ini juga menjadi pendahuluan sebelum Sidang Tahunan MPR yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026, serta Sidang Bersama DPR dan DPD.
Agenda ziarah yang berlangsung di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada hari Jumat (7/8) ini dihadiri oleh ketiga putri Bung Hatta. Mereka adalah Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta, dan Halida Nuriah Hatta. Di sisi lain, Ketua MPR Ahmad Muzani didampingi oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Rusdi Kirana, serta Lestari Moerdijat. Jelang HUT ke 81 RI, kunjungan ini menjadi momen bersejarah bagi keluarga Bung Hatta.
Menghormati Jasa Proklamator
Muzani menjelaskan bahwa kunjungan tersebut mencerminkan rasa hormat terhadap jasa dan pemikiran Mohammad Hatta yang dinilai sangat berkontribusi bagi perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, setelah sebelumnya berziarah ke makam proklamator Insinyur Soekarno di Blitar, rombongan kemudian melanjutkan ke makam Bung Hatta. Jelang HUT ke 81 RI, ziarah ini menjadi simbol penghormatan terhadap para pendiri bangsa.
Alhamdulillahirabbilalamin, pada sore hari ini pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia bisa berziarah ke makam proklamator kita, Doktor Mohammad Hatta. Setelah pada sebelumnya kita berziarah ke makam proklamator Insinyur Soekarno di Blitar, dan hari ini kita sampai di makam Bung Hatta.
Ketua MPR juga menekankan bahwa Hatta memegang peranan krusial dalam sejarah pendirian Republik Indonesia serta pengakuan kedaulatan negara di kancah internasional. Ia menyebutkan bahwa Hatta adalah sosok yang menandatangani Konferensi Meja Bundar pada tahun 1948, sebuah momen yang melahirkan pengakuan kedaulatan bagi Indonesia. Jelang HUT ke 81 RI, pesan-pesan Hatta kembali digaungkan.
Warisan Pemikiran Ekonomi
Selain dikenal sebagai salah satu Proklamator Kemerdekaan bersama Soekarno yang disebut Dwi Tunggal, Bung Hatta juga diakui sebagai tokoh yang meletakkan fondasi sistem perekonomian nasional. Menurut Muzani, beliau merancang perekonomian Indonesia berdasarkan asas kekeluargaan yang kemudian terwujud dalam bentuk koperasi, sehingga dijuluki Bapak Koperasi Indonesia. Jelang HUT ke 81 RI, warisan ekonomi Hatta kembali menjadi sorotan.
Bung Hatta adalah orang yang sangat penting dalam sejarah pendirian Republik Indonesia dan dalam sejarah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia. Beliau lah yang menandatangani Konferensi Meja Bundar tahun ’48, yang kemudian melahirkan pengakuan kedaulatan kepada Republik Indonesia.
Beliau lah yang juga salah satu proklamator bersama Bung Karno yang ketika itu disebut Dwi Tunggal. Beliau juga yang merancang perekonomian kita. Pasal 33, Pasal 34 adalah bagian dari yang menjadi konsen beliau. Beliau lah yang merancang perekonomian berdasarkan asas kekeluargaan yang kemudian berwujud koperasi, sehingga beliau disebut Bapak Koperasi Indonesia.
Muzani menilai bahwa gagasan-gagasan Hatta masih sangat relevan hingga saat ini, terutama dalam menghadapi perkembangan ekonomi nasional. Ia menambahkan bahwa masih banyak pemikiran-pemikiran beliau yang terus menjadi pedoman dalam membangun Indonesia ke depan. Jelang HUT ke 81 RI, semangat Hatta terus menginspirasi.
Masih banyak sederet lagi pemikiran-pemikiran beliau yang sampai sekarang masih sangat relevan dalam perkembangan perekonomian nasional kita.
Ucapan Terima Kasih dari Keluarga
Meutia Hatta, putri sulung Bung Hatta, menyampaikan kesan positif atas kunjungan pimpinan MPR yang berziarah ke makam ayahnya menjelang peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan bulan Agustus. Ia bersama kedua adiknya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran rombongan tersebut. Jelang HUT ke 81 RI, keluarga Bung Hatta merasa bangga dengan penghormatan yang diberikan.
Bapak Muzani, pimpinan MPR dan jajaran seluruhnya yang hari ini telah datang berziarah ke makam ayahanda kami dalam rangka peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan bulan Agustus ini. Kami bertiga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan juga atas nama putra anak-anak kami, anak cucu dari Bung Hatta dan Ibu Rahmi Hatta.
Meutia mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi momen yang sangat berkesan bagi keluarga Bung Hatta. Ia berharap semangat dan cita-cita pemikiran Bung Hatta tentang Indonesia masa depan tetap terus dipegang dan diupayakan oleh generasi penerus. Jelang HUT ke 81 RI, ziarah ini menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai proklamator.
Sebagai wujud penghormatan atas semua itu, hari ini pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat berziarah sebagai bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, yang akan diawali dengan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Sidang Bersama DPR dan DPD pada hari Jumat tanggal 14 Agustus 2026.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Ziarah Jelang HUT ke 81 RI
Apa tujuan utama ziarah pimpinan MPR ke makam Bung Hatta? Tujuan utama ziarah ini adalah untuk menghormati jasa Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden pertama dan proklamator yang berkontribusi besar dalam sejarah Indonesia, sekaligus sebagai bagian dari rangkaian peringatan Jelang HUT ke 81 RI.
Kapan Sidang Tahunan MPR akan berlangsung? Sidang Tahunan MPR dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026, yang merupakan agenda penting Jelang HUT ke 81 RI.
Siapa saja yang menghadiri ziarah tersebut? Ziarah dihadiri oleh Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Rusdi Kirana, Lestari Moerdijat, serta ketiga putri Bung Hatta: Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta, dan Halida Nuriah Hatta.
Di mana lokasi makam Bung Hatta? Makam Bung Hatta terletak di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Apa warisan pemikiran Hatta yang masih relevan hingga kini? Warisan pemikiran Hatta yang masih relevan meliputi sistem perekonomian berbasis asas kekeluargaan, koperasi sebagai bentuk ekonomi kerakyatan, serta peran penting dalam pengakuan kedaulatan Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar tahun 1948.
Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan MPR dan rangkaian peringatan kemerdekaan, kunjungi [Kumparan News](https://kumparan.com/kumparannews).
