Apple Gugat OpenAI atas Dugaan Curi Rahasia Dagang
Special Plan – Perusahaan teknologi global Apple mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat pada Jumat, 10 Oktober, menuntut OpenAI atas dugaan penggunaan rahasia dagang serta pelanggaran kontrak. Klaim ini menyebut bahwa OpenAI melakukan aktivitas terencana untuk mengumpulkan informasi sensitif dari mantan karyawan Apple, yang kemudian digunakan untuk mempercepat pengembangan perangkat keras berbasis kecerdasan buatan. Dugaan ini menyoroti perangkat keras AI yang dikembangkan OpenAI sebagai ancaman terhadap strategi inovasi Apple.
Keterlibatan Mantan Karyawan dalam Proses Kecurangan
Dalam dokumen gugatan, Apple menyebut bahwa sejumlah pejabat senior OpenAI, termasuk Tang Tan, diduga secara aktif terlibat dalam kegiatan mencuri rahasia dagang. Tang Tan, mantan wakil presiden desain iPhone dan Apple Watch selama 24 tahun, dituduh menggunakan nama proyek Apple dalam proses rekrutmen untuk menarik kandidat yang membawa komponen perangkat keras ke sesi wawancara. Selain itu, ia juga dinyatakan membantu karyawan yang sedang pensiun memudahkan akses ke informasi teknis sensitif.
Di sisi lain, Chang Liu, mantan karyawan Apple yang kini bekerja di OpenAI, dituduh tidak mengembalikan laptop perusahaan setelah meninggalkan Apple pada 2026. Selama periode tersebut, ia diduga mengunduh data teknis rahasia dan membagikannya kepada pelamar kerja di OpenAI. Tindakan ini dinyatakan sebagai upaya membocorkan materi yang dianggap penting dalam proses seleksi karyawan. Apple menegaskan bahwa ini bukan hanya insiden kecil, melainkan bagian dari strategi OpenAI untuk merampas keunggulan teknologi Apple.
Strategi OpenAI dan Ancaman Terhadap Bisnis Apple
OpenAI dikenal sedang mengembangkan perangkat keras AI pertamanya, yang diharapkan menjadi pesaing langsung iPhone. Analis industri Ming-Chi Kuo, pada April lalu, memprediksi bahwa produk tersebut berupa smartphone yang menggunakan agen AI sebagai pengganti aplikasi konvensional. Jika prediksi ini benar, maka perangkat tersebut berpotensi mengancam dominasi Apple dalam industri perangkat lunak dan perangkat keras.
Perusahaan juga dituduh memanfaatkan teknologi yang dipatenkan Apple, seperti proses finishing metal, tanpa izin. Salah satu mitra OpenAI disebut yakin telah mendapatkan persetujuan untuk menggunakan teknologi tersebut, meski Apple menegaskan bahwa penggunaannya dilakukan secara tidak sah. Dalam gugatan, Apple meminta pengadilan melarang OpenAI menggunakan informasi dagang dan mengharapkan pengembalian seluruh dokumen rahasia. Selain itu, perusahaan menegaskan komitmennya untuk melindungi inovasi melalui Special Plan ini.
“Special Plan ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa Apple mendapatkan keadilan atas informasi yang dirampas oleh OpenAI. Kami tidak hanya menggugat proses pencurian, tetapi juga mencermati cara perusahaan pengembang AI ini memanfaatkan data untuk mengembangkan produk yang berkompetisi langsung dengan inovasi Apple,”
tulis Apple dalam penyataannya.
Detil Gugatan dan Dampak pada Industri Teknologi
Dalam gugatan, Apple menyebut bahwa OpenAI melakukan kegiatan yang disebut “mencuri rahasia dagang” dengan menggunakan data yang didapat dari mantan karyawan. Perusahaan menyoroti bagaimana OpenAI memanfaatkan informasi tersebut untuk mengembangkan perangkat keras AI, yang diperkirakan akan menjadi kompetitor utama di industri ponsel. Tindakan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan teknologi Apple di masa depan.
Dokumen gugatan juga menyebut bahwa beberapa mantan karyawan Apple menyebarluaskan data rahasia kepada kandidat yang sedang melamar di OpenAI. Hal ini dinyatakan sebagai tindakan yang sengaja dilakukan untuk memberikan keunggulan kompetitif pada produk OpenAI. Apple menekankan bahwa Special Plan ini adalah upaya menyeluruh untuk menegakkan hukum dan melindungi warisan inovatif yang dibangun oleh tim R&D perusahaan selama bertahun-tahun.
Langkah Selanjutnya dan Perspektif Industri
Klaim Apple menimbulkan reaksi dari para pemangku kepentingan di industri teknologi. Beberapa analis menyebut bahwa gugatan ini mencerminkan ketegangan antara dua raksasa teknologi yang berusaha menguasai pasar AI. Special Plan yang diajukan Apple diharapkan menjadi contoh bagus dalam memperkuat hak cipta dan hak kekayaan intelektual dalam pengembangan perangkat keras.
Dalam rangka menegakkan gugatan, Apple juga meminta pengadilan memerintahkan OpenAI untuk menyimpan semua bukti terkait kasus ini. Selain itu, perusahaan berharap perangkat keras AI OpenAI dihentikan dari dipasarkan sebelum kasus ini diselesaikan. Keputusan pengadilan akan memengaruhi hubungan antara Apple dan OpenAI, serta menentukan apakah kecurangan ini dianggap sebagai strategi bisnis yang sah atau pelanggaran serius.
Perangkat keras AI yang dikembangkan OpenAI menurut laporan media berpotensi mengintegrasikan kecerdasan buatan secara lebih mendalam ke dalam produk. Dengan Special Plan ini, Apple menunjukkan komitmennya untuk menjaga posisi dominasi di pasar teknologi, terutama dalam pengembangan perangkat keras. Gugatan ini juga memberikan sinyal kuat bahwa Apple siap melawan tindakan-tindakan serupa dari perusahaan kompetitor lainnya.
