995 Senjata Ditemukan di Gudang Sekolah Jakarta Selatan: Dua Versi Berseberangan
Kabarnusantaraku.com – Publik kini menyoroti penemuan sekitar 995 unit senjata di sebuah lembaga pendidikan swasta yang berlokasi di kawasan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kasus ini memunculkan dua narasi berbeda yang disampaikan oleh PT Lokta Karya Perbakin sebagai perwakilan IWD dan pihak yayasan yang diwakili kuasa hukumnya, Hermawanto.
Versi PT Lokta Karya Perbakin: Semua Senjata Berizin
PT Lokta Karya Perbakin mengklaim bahwa seluruh 995 airsoft gun yang ditemukan merupakan aset resmi yang telah memiliki izin untuk keperluan kegiatan ekstrakurikuler menembak. Direktur Utama perusahaan sekaligus kuasa hukum IWD, Alhadid Endar Putra, menjelaskan bahwa senjata-senjata tersebut telah berada di sekolah sejak tahun 2020.
Menurut Alhadid, setiap airsoft gun memiliki dokumen izin dan digunakan dalam kegiatan menembak yang dikelola oleh PT Lokta Karya Perbakin berdasarkan perjanjian kerja sama dengan sekolah. Pembina kegiatan menembak kala itu adalah Suryo, yang merupakan ayah dari Ninik C.S.
Yang temuan 995 itu semua ada izinnya. Kalau mau tahu sejarahnya itu dulunya di situ udah ada dari tahun 2020.
Alhadid menambahkan bahwa seluruh senjata disimpan sesuai prosedur dengan magasin dilepas dan lokasi penyimpanan dijaga ketat. Kegiatan ekstrakurikuler menembak ini terhenti setelah Suryo meninggal dunia pada tahun 2024. Sejak saat itu, airsoft gun tidak lagi digunakan sehingga kondisinya menjadi berkarat dan tidak layak pakai.
Versi Yayasan: Dugaan Penyalahgunaan dan Akses Terbatas
Di sisi lain, kuasa hukum yayasan Hermawanto menyampaikan bahwa Ketua Yayasan dengan inisial IWD resmi diberhentikan pada 18 April 2026. Pemberhentian ini disebabkan oleh dugaan penyalahgunaan dana yayasan untuk kepentingan pribadi, termasuk pembelian tanah yang kemudian bergeser atas nama istri IWD.
Alasan dipecat itu adalah karena ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan keuangan yayasan untuk kepentingan pribadi. Jadi yayasan uangnya diambil kemudian dibeli untuk membeli tanah, ternyata tanah itu bergeser atas nama istrinya.
Hermawanto juga mengungkapkan bahwa sejak pemberhentian tersebut, sejumlah ruangan di sekolah tidak dapat diakses karena kuncinya dibawa oleh IWD beserta pihak-pihak yang terkait dengannya.
Konflik Kepengurusan dan Temuan Tambahan
Alhadid menanggapi dengan menyatakan bahwa sejak April 2026, kubu Ninik C.S. telah menguasai fisik yayasan sehingga IWD kehilangan akses ke lingkungan sekolah. Ia juga menuding bahwa pengelolaan operasional sekolah, termasuk penggunaan rekening, telah dikuasai oleh kubu tersebut.
Sengketa kepengurusan yayasan saat ini masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sementara itu, pihak sekolah membuka kembali sejumlah ruangan dengan pendampingan Polres Metro Jakarta Selatan.
Dalam proses pembukaan ruangan tersebut, ditemukan sekitar 995 pucuk senjata yang terdiri atas air gun, air rifle, ribuan peluru mimis, serta satu pucuk yang diduga merupakan senjata api. Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, menjelaskan detail temuan tersebut.
Ada shotgun. Jumlah senjata genggam itu 995. Lalu shotgun-nya satu, kaliber 12/70.
Seluruh barang kemudian diserahkan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Namun, pihak yayasan kembali menemukan berbagai barang saat membuka ruangan lain. Barang-barang tersebut meliputi senjata laras panjang dan pendek, magasin, amunisi berbagai kaliber, airsoft gun berbentuk FN P90, AK-47, dan M4 Carbine, taser gun, alat pembuat peluru, buku panduan reloading, serta aksesori senjata lainnya.
Tidak hanya itu, ditemukan pula dua linting ganja, satu bungkus yang diduga berisi sabu, alat hisap, dan sekitar 30 keping CD porno. Seluruh barang tersebut telah diserahkan kepada penyidik.
Penegasan Kepemilikan dan Permintaan Penyidikan
Alhadid membantah bahwa barang-barang tambahan tersebut merupakan milik PT Lokta Karya Perbakin. Ia menegaskan bahwa pihaknya hanya mengakui kepemilikan 995 airsoft gun. Mengenai senjata api, ia menjelaskan bahwa terdapat pemilik masing-masing yang telah memiliki izin. Sementara narkoba dan CD porno disebut bukan berasal dari pihaknya.
Pihak yayasan meminta kepolisian untuk mengusut tuntas seluruh temuan tersebut. Hermawanto juga meminta penyidik melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap barang-barang yang ditemukan di gudang sekolah.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kronologi Temuan 995 Senjata di Gudang?
Kronologi Temuan 995 Senjata di Gudang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kronologi Temuan 995 Senjata di Gudang matter?
Kronologi Temuan 995 Senjata di Gudang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
