Skip to content
Yellow Desk
Agustus 7, 2026
Kumparanbisnis

Prabowo Uji Kekuatan Genteng Sabut Kelapa Buatan BRIN, Diinjak Enggak Pecah

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Presiden Prabowo Subianto secara langsung menguji ketahanan genteng berbahan dasar sabut kelapa yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional

Prabowo Uji Kekuatan Genteng Sabut Kelapa Buatan BRIN, Diinjak Enggak Pecah

Prabowo Uji Kekuatan Genteng Sabut Kelapa Buatan BRIN: Inovasi Ramah Lingkungan

Kabarnusantaraku.com – Presiden Prabowo Subianto secara langsung menguji ketahanan genteng berbahan dasar sabut kelapa yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kegiatan ini berlangsung saat kunjungan resmi ke stan pameran dalam acara Pertemuan Presiden RI dengan 150 Periset dari BRIN di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (6/8). Dalam momen tersebut, Prabowo menginjak genteng tersebut untuk membuktikan kekuatannya sambil berdiskusi dengan para peneliti yang terlibat dalam pengembangan inovasi ini.

Saat pertama kali mengunjungi stan, Prabowo menanyakan asal-usul tim peneliti yang berhasil menciptakan genteng inovatif ini. Peneliti menjelaskan bahwa mereka berasal dari pusat riset Cianjur, Jawa Barat. Selanjutnya, Presiden juga menanyakan detail mengenai biaya produksi genteng berbahan sabut kelapa tersebut.

Biaya Produksi dan Potensi Pengembangan

Menurut penjelasan para peneliti, harga produksi genteng sabut kelapa saat ini berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 26.000 per keping. Angka ini masih lebih tinggi dibandingkan genteng tanah biasa yang harganya sekitar Rp 7.000 per keping. Namun, para peneliti meyakini bahwa biaya produksi dapat ditekan hingga mencapai Rp 10.000 per keping apabila kapasitas produksi ditingkatkan secara signifikan.

"Genteng ini juga lebih ringan, lebih tahan lama, dan ramah lingkungan," jelas salah satu peneliti. Inovasi genteng berbasis sabut kelapa ini sedang dalam tahap pengembangan bersama mitra industri untuk memastikan kualitas dan daya tahan yang optimal. Peneliti juga menambahkan bahwa genteng ini memiliki kemampuan untuk dilempar maupun diinjak tanpa mudah pecah.

Prabowo kemudian mencoba menginjak genteng tersebut secara langsung untuk memastikan ketahanannya. "Ini kuat ya? Tidak pecah?" tanya Presiden sambil memegang genteng tersebut. Peneliti menjawab dengan yakin bahwa genteng ini memang tidak mudah pecah bahkan ketika diinjak.

Aplikasi dan Manfaat Genteng Sabut Kelapa

Setelah menguji kekuatan genteng, Prabowo menanyakan estimasi biaya penggunaan genteng ini untuk rumah tipe 36. Peneliti menyebutkan bahwa biaya genteng untuk rumah tipe 36 diperkirakan mencapai sekitar Rp 11 juta. Inovasi ini sebelumnya telah diterapkan dalam program bantuan pembangunan rumah di Nias melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Darat.

"Waktu kemarin kami mengirim ke Nias untuk bantuan TNI Angkatan Darat. Untuk satu rumah dengan ukuran 4×6 meter, biaya gentengnya sekitar Rp 12.000.000," tutur peneliti. Data ini menunjukkan bahwa genteng sabut kelapa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan dalam sektor konstruksi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai inovasi teknologi dari BRIN, Anda dapat mengunjungi [artikel terkait di Kumparan](https://kumparan.com/kumparanbisnis). Genteng sabut kelapa ini merupakan salah satu contoh nyata bagaimana riset nasional dapat menghasilkan produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Genteng Sabut Kelapa

Berapa harga genteng sabut kelapa saat ini? Harga genteng sabut kelapa berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 26.000 per keping, dengan potensi penurunan hingga Rp 10.000 jika kapasitas produksi meningkat.

Apakah genteng sabut kelapa lebih kuat dari genteng biasa? Ya, genteng ini terbukti tidak mudah pecah bahkan ketika diinjak, dan memiliki daya tahan yang baik.

Berapa biaya genteng untuk rumah tipe 36? Biaya genteng untuk rumah tipe 36 diperkirakan mencapai sekitar Rp 11 juta.

Dimana pusat riset genteng sabut kelapa ini berada? Pusat riset ini berlokasi di Cianjur, Jawa Barat, dan sedang berkolaborasi dengan mitra industri untuk pengembangan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *