Skip to content
Yellow Desk
Agustus 7, 2026
Kumparannews

Forensik Sebut Mantan Istri Polisi yang Bunuh Diri Tempelkan Pistol ke Kepalanya

Susan Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Forensik Sebut Mantan Istri Polisi - Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan memberikan klarifikasi medis mengenai kasus tragis yang menimpa wanita

Forensik Sebut Mantan Istri Polisi yang Bunuh Diri Tempelkan Pistol ke Kepalanya

Forensik Sebut Mantan Istri Polisi Tempelkan Pistol ke Kepala Saat Bunuh Diri

Kabarnusantaraku.com – Forensik Sebut Mantan Istri Polisi – Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan memberikan klarifikasi medis mengenai kasus tragis yang menimpa wanita berinisial WLG. Korban merupakan mantan istri dari seorang polisi di Medan yang berpangkat Brigadir dengan inisial ISH. Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam, dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Mistar Ritonga, mengonfirmasi bahwa luka tembak pada tubuh korban merupakan luka tempel. Ciri-ciri luka tembak secara medis terbagi menjadi empat kategori, yaitu luka tembak dekat, luka tembak sangat dekat, luka tembak tempel, dan luka tembak jauh.

“Jadi berdasarkan keilmuan yang kita miliki dan hasil pemeriksaan kita secara langsung kepada korban, itu kita jumpai ciri-ciri luka tembaknya itu adalah luka tembak tempel namanya,” kata Mistar saat ditemui di Polrestabes Medan, Kamis (6/8).

Mistar menuturkan lebih lanjut bahwa senjata api yang digunakan oleh korban untuk bunuh diri menempel tepat di bagian kepalanya sebelah kanan. Penjelasan medis ini sangat penting untuk memahami mekanisme cedera yang terjadi. “Iya (ditempel tepat di kepala),” konfirmasi dokter forensik tersebut. Konsep luka tempel menunjukkan bahwa senjata berada dalam kontak langsung dengan permukaan kulit saat tembakan terjadi.

Analisis Medis Luka Tembak dan Mekanisme Kematian

Kalau luka tempel itu berarti senjatanya menempel ke kulit, ujar Mistar dengan penjelasan yang komprehensif. Mistar menjelaskan, alasan luka tembak tersebut tidak tembus karena kecepatan anak peluru memiliki faktor yang memengaruhi, termasuk gesekan pada tulang yang keras pada tengkorak. “Jadi seperti yang kita ketahui sebenarnya, untuk kecepatan anak peluru itu banyak faktor yang memengaruhinya.”

Jadi, kalau dia bergerak, kalau misalnya dia ada bias ataupun gesekan-gesekan ke benda lain, tentu kecepatannya itu akan melambat, ucap Mistar. “Jadi kalau pada kasus ini kelihatannya itu, itu kan dia melalui beberapa yang keras, tulang. Dari luka tembak masuk yang di sebelah kanan, itu malah dia menelusuri dasar tengkorak kepalanya itu, sampai retak malah. Baru dia menembus ke sebelah kiri. Jadi tenaganya itu sudah tidak kuat lagi untuk menembus. Jadi dia terhenti di bawah kulit,” sambung Mistar dengan detail.

Mistar menuturkan, luka tembak tersebut membuat pembuluh darah atau sirkulus willis pecah sehingga adanya penumpukan atau pembendungan darah di kelopak matanya. “Kedua kelopak matanya kalau karena pecahnya akibat lukanya pembuluh darah yang di dasar tengkorak itu pecah dia, namanya sirkulus willis. Jadi memang mungkin kalau orang awam kurang ngerti. Kalau pecah itu dia, pasti ini terjadi penumpukan apa, pembendungan darah di kelopak matanya. Makanya disebut juga hematoma kacamata (lebam). Dan itu bukan karena kekerasan dari luar, karena pecahnya pembuluh darah tadi,” jelas Mistar.

Mistar menyebutkan, proyektil peluru tersebut ditemukan peyot atau tidak utuh karena benturan tulang di dalam kepala korban. “Proyektor itu pun dia sudah peyot-peyot karena terbentur di tulang tadi. Tidak utuh lagi,” imbuh Mistar. Temuan ini semakin memperkuat analisis forensik mengenai jalur peluru yang melalui tengkorak sebelum berhenti di bawah kulit.

Ringkasan Kasus dan Kronologi Kejadian

Sebelumnya, seorang wanita berinisial WLG ditemukan tewas di rumahnya di Kelurahan Cinta Damai, Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (2/8). Ia bunuh diri dengan menembakkan pistol milik mantan suaminya yang anggota polisi berpangkat Brigadir berinisial ISH. Kasus ini menarik perhatian masyarakat karena melibatkan anggota kepolisian dan mekanisme luka tembak yang unik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kasus ini, pembaca dapat mengakses berita terkait di Kumparan News. Tim forensik terus melakukan verifikasi data untuk memastikan akurasi hasil pemeriksaan medis. Forensik Sebut Mantan Istri Polisi sebagai bagian dari proses investigasi yang komprehensif.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kasus Ini

Apa itu luka tembak tempel? Luka tembak tempel adalah jenis luka tembak di mana senjata api menempel langsung pada permukaan kulit saat tembakan terjadi. Ini berbeda dengan luka tembak dekat atau jauh yang memiliki karakteristik berbeda.

Mengapa peluru tidak tembus keluar? Peluru tidak tembus keluar karena kecepatannya melambat akibat gesekan dengan tulang tengkorak yang keras. Energi peluru berkurang sehingga terhenti di bawah kulit setelah menembus dari kanan ke kiri.

Apa itu sirkulus willis? Sirkulus willis adalah pembuluh darah di dasar tengkorak yang pecah akibat luka tembak, menyebabkan penumpukan darah di kelopak mata yang disebut hematoma kacamata.

Kapan dan di mana korban ditemukan? Korban ditemukan tewas pada Minggu (2/8) di rumahnya di Kelurahan Cinta Damai, Medan Helvetia, Kota Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *